: AMIEN RAKATESA & IRAN DOU RABA ASLI BERSAMA KOMPAS RABA

Senin, 18 November 2013

MPA’A BEDI O’O



MPA’A BEDI O’O
(Mpa’a = Main ; Bedi = Senjata ; O’o = Bambu)
Mpa’a Bedi O’o merupakan permainan perang-perngan yang mainkan oleh anak-anak Bima NTB. Permainan ini umumnya dimainkan oleh lebih dari sepuluh orang di masing-masing team. Bila lebih banyak dari itu akan lebih banyak lagi. Permainan ini menggunakan senjata dari bambu dengan peluru kertas bekas yang dibasahkan. Pembuatan senjata dari bambu ini dilakukan dengan cara :
1.      Menyediaakan alat dan bahan seperti ranting bambu, pisau, sebilah bamboo besar, kertas bekas yang dibasahkan.
2.      Mengambil ranting Bambu yang memiliki lubang yang tidak terlalu besar atau kecil lubangnya agar bunyi letusannya lebih besar.
3.      Membuat tempat memasukkan peluru dengan ranting dengan ukuran lebih kurang 30 cm
4.      Memotong 2 potongan ranting bambu dengan ukuran kurang lebih 5-7 cm dan melubangi di tengah-tengahnya
5.      Mengambil sebilah bamboo dan mengirisnya sampai berbentuk lidi yang diameternya kira-kira 1-2 mm
6.      Membuat tangkai atau pemegang dengan menggunakan ranting bamboo dengan ukuran 10 cm. ingat tangkainya harus memiliki ruas ditengahnya
7.      Memasang lidi yang dibuat dari sebilah bambu tadi pada lubang tangkai yang memiliki rusa tadi.
8.      Memasukkan 2 potongan bambu dengan ukuran 5-7 cm tadi pada lidi yang ada di tangkai di lubang yang dibikin di tengah-tengah
9.      Memasukkan potongan bambu yang berukuran 30 cm tadi pada kearangka lidi tadi. Dan usahan harus longgar
10.  Potong lidi tadi sehingga panjang lidi 5 mm lebih panjang dari potongan bambu 30 cm
11.  Memasukkan kertas yang dibasahkan sesuaikan dengan besar lubang dan tusuk dengan menggunakan lidi tadi
12.  Lakukan lanmgkah 12. Tusuk dengan keras
13.  Maka bunyinya meledak seperti senjata

MPA’A KOKO JANGA



MPA’A KOKO JANGA
(Mpa’a = Main ; Koko = Kokok ; Ayam = Jangan)
Mpa’a Koko Janga adalah sebuah permainan anak-anak yang berada di sebuah daerah diujung timur Propinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di daerah Kabupaten Bima, namun tidak semua daerah di Bima yang mengenal permainan tersebut. Permanina ini mungkin sama halnya dengan permainan Petak Umpat yang biasa kita kenal. Yang membedakannya adalah pemain yang bersembunyi bersembunyi dengan menggunakan sarung menutupi seluruh tubuhnya lalu menirukan siara kokok ayam sesuai dengan suara yang diinginkan kemudian yang menjaga disuruh menebak siapa yang berkokok itu. Para pemain boleh saling mengganti sarung dengan pemain yang lain agar tidk mudah ditebak. Kalau benar tebakannya maka dia telah berhasil dan berpindah ke pemain yang lain. Apabila semua pemain sudah tetrtebak semua dengan benar maka yang pertama ditebak yang akan menjaga dan mengulangi hal yang sama. Waktu pelaksanaan permainan ini pad malam hari yaitu di tempat yang gelap. Biasanya anak-anak memainkan permainan ini disaat ada acara-acara keluarga seprti sunatan, khataman qur’an, perkawinan dan sebagainya. Permainan ini akan sangat bagus bila dimainkan oleh banyak pemain.

Selasa, 22 Oktober 2013

PERSEMBUNYIAN TERAKHIR



Kisah Asal Muasal Parafu Waro Desa Raba Kecamatan Wawo
Kabupaten Bima
Nusa Tenggara Barat
Oleh : Aminullah